Oyot Godhong, Mirota Batik Roof-Top Resto

I like roof-top resto or roof-top pool or roof-top garden or anything roof-top :) Selain bisa melihat hal-hal dari sudut yang berbeda, yang terpenting kita bisa menghirup udara segar alami. Maksudnya kalau panas ya kepanasan, kalau pas dingin ya kedinginan hahah.

Di Jogja yang terkenal dengan warung lesehan, makan sambil menikmati semilir angin di alam terbuka bukan sesuatu yang baru. Tapi untuk restoran di roof-top, sepertinya nggak banyak. Selain sebuah cafe kecil yang benama “Atap” seingatku belum pernah menikmati makan di roof-top. Ummmh…

Mirota Batik, ya ya toko batik segala aya yang selalu penuh sesak dengan pengunjung berlokasi di Jl. Malioboro itu, memang seperti telah menjadi salah satu tempat wajib-kunjung wisatawan. Kalau ke Malioboro, nggak mampir ke Mirota Batik buat sekedar cari sepotong dua potong baju batik, bisa nyesel nggak tanggung-tanggung. Apalagi buat para wanita, ditambah lagi batik sekarang sedang menjadi trend. Masalahnya bangunan Mirota Batik ini nggak cukup besar, dengan barang dagangan sebanyak itu dan semua pengunjung berdesakan maka bisa sangat tak nyaman berbelanja di sana. Kebayang bapak-bapak yang harus menemani istrinya, para lelaki itu sudah bisa dipastikan akan mati gaya.

Nah Oyot Godhong , yang berada di roof-top alias lantai 3 Mirota Batik sebenarnya disebut-sebut sebagai “ruang tunggu” dan bukan restoran atau cafe. Suasananya cukup santai, kontras dengan suasana desak-desakan dibawah. Terbagi menjadi beberapa saung kecil yang muat untuk kira-kira 5-6 orang dewasa. Saung-saung kecil ini terbuat dari kayu, dengan suasana jawa, lampu di tiap saung juga bernuansa lampu kuno jawa. Pengunjung bisa bersantai melepas sepatu duduk dengan meja kecil di tengah dan beberapa cushion/bantal kecil. Kalau ingin bisa melihat suasana luar, suasana pasar Beringharjo dan sekelilingnya, minta saja saung yang paling atas. Ya ya ruang tunggu ini sendiri terdiri dari dua tingkat.

Malioboro - Beringharjo, View from top Malioboro - Beringharjo, View from top

Oh ya untuk sebuah ruang tunggu, menu yang ditawarkan lumayan banyak. Dari makanan besar seperi nasi goreng, bakmi, gudeg sampai makanan kecil semacam pisang goreng atau french fries. Kue-kue dan jajanan juga ada stall tersendiri. Tentang harga rasanya sangat reasonable. Cenderung murah bahkan menurutku. Nasi goreng special misalnya dengan harga 12.000 an (lupa deh persisnya brapa), lengkap dengan telur, nuget, sosis, bakso, krupuk serta lalapan. Seingatku tak ada makanan/minuman yang harganya lebih dari 30.000 Minuman seperti es teh, es jeruk harganya 3500 Rasanya pun lumayan enak.. apalagi kalau lapar dan capek hahahah. Dua kali ke sana para pegawainya berdandan dengan resmi, bahkan sekali memakai kostum unik dengan make-up yang unik pula. Selain makanan, ruang tunggu ini juga dilengkapi wifi. And it’s free :)

At Mirota Batik Resto Statue at Mirota Batik Resto At Mirota Batik Resto Nasi Goreng Sosis Nasi Goreng Special Mirota Batik Resto

Cuman yang agak repot ketika kita ingin memesan lagi setelah makanan habis. Karena tempatnya di saung gitu yang agak ketutup, nggak mungkin melambaikan tangan ke waiter apalagi jika kita berada di paling ujung. Yah kalau nggak mau nunggu ada waiter yang lewat kita harus datang sendiri ke bagian “dapur”nya untuk memesan lagi.

Note:
Klik foto untuk melihat lebih besar, kunjungi flickr kita untuk melihat foto yang lebih lengkap

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

7 Responses to “Oyot Godhong, Mirota Batik Roof-Top Resto”

  1. denologis says:

    oyot godhong itu akar daun kan?
    udah gitu aja, gambar yang ada sudah mendeskripsikan semuanya. :)

  2. DV says:

    Wah ketoke kok menyenangkan banget ya…
    Meski namanya agak unik Oyot Godhong (mana ada godhong memiliki oyot?) tapi sepertinya ini sudah harus kulist untuk jadi salah satu tempat yang harus dikunjungi saat mudik ke Jogja nanti…

  3. Lala says:

    @denologis : iya sebenarnya kurang lengkap juga sih itu foto2nya, mestinya ada foto per saungnya itu dengan lampunya gitu, trus menunya juga lupa difoto jadi lupa harga2nya hehe..

    @DV : iya Don, embuh itu gimana asal-usul pemberian namanya darimana kok Oyot Godhong… eh sebenernya itu ada semacam stage gitu juga lho, nggak tau itu dipake buat apa… aku curiga mungkin dipake buat semacam peragaan busana, soalnya pernah tuh pas malem lewat sana ada kek asep2 gitu sampe orang2 ngira ada kebakaran dari atap mirota… keknya seru kalo makan sambil lihat model2 berlenggang… dah bak raja aja hihihi

  4. denologis says:

    makasih jeung….
    masalah sudah teratasi atas sarannya…. :mrgreen:
    btw, gambar laki2 pake kacamata itu juga bisa dimakan ya?
    [ngabur]

  5. Choiri Setyawan says:

    hehe, kemarin juga abis dari Mirota Batik…. sip2… numpang wifi aja sich… wakakaka

  6. annas nashrullah says:

    selamat ber-ramadan, kawans
    semoga bisa menginspirasi di 11 bulan lainnya untuk berbuat baik dan menjadi lebih baik lagi.. Minal Aidinh Wal Faizin, Aminin..
    -BakuDara.Com-

  7. Nasi Goreng Spesial ala Oyot Godhong Mirota Batik | Thomas Arie Setiawan says:

    [...] Di Resto Oyot Godhong, Mirota Batik, Jalan Malioboro, Jogjakarta. Untuk harga, masih termasuk standard. Cerita lengkap bisa dilihat di blog Lala. [...]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>