Tentang listrik di kost

Saat ini rasanya aku sedang ingin pindah kost. Selain jam malam yang lama-lama nggak masuk akal (buat pekerja sepertiku), aku kan bukan anak kuliahan lagi. Dan beberapa hari terakhir ini masalah listrik.

Aku tak begitu paham masalah listrik. Ah bukan tak begitu paham lagi sih, tapi NGGAK paham. Stop kontak di kamar sebenarnya aku tau bermasalah, karena beberapa kali mengeluarkan percikan api kecil. Sampai beberapa hari yang lalu TV dan kipas angin tiba-tiba mati, lalu menyala dan kemudian mati lagi. Waduh! Karena kuatir terjadi apa-apa, meskipun nggak ngerti listrik ya tapi nggak sebego itu untuk tetep maksain nyolokin alat listrik di stop kontak itu. Aku nggak bisa lapor ke ibu kost karena sedang liburan di Jakarta.

Yah penderitaan, tanpa listrik mo ngapain. Aku jadi teringat Alley yang tinggal di New Hamshire dan mengabari lewat Twitter dia kena badai. Badai salju yang mengakibatkan daerahnya terisolir dan mati listrik selama 3-5 hari. Aaah pastilah dia lebih menderita dariku, jauh banget kali… So thanks Alley, aku jadi menguatkan diri. Parahnya waktu itu aku sedang kena pre-mens syndrom. Cepet capek, cepet sensi, cepet nangis.

Besoknya sama si mas, aku coba beli colokan lampu yang ada semacam colokan T nya. Haha bingung deh mendeskripsikannya, karena sekali lagi nggak tau listrik dan istilahnya. Aku pikir ide bagus untuk mengambil listrik dari lampu kamar yang menggantung di tengah ruangan kamar. Taunya salah besar. Jangan tanya kenapa.

Malam itu aku coba pasang colokan lampunya, karena aku pendek hanya lemari kayu yang sanggup membuatku meraih lampu di tengah ruangan itu. Nah lemari kayunya cukup berat, dan ada isinya pula. Tapi aku berhasil menggesernya ke tengah ruangan. Permasalahan berikutnya adalah bagaimana menaiki lemari kayu itu. Kursi yang ada sebenarnya nggak cukup tinggi, aku harus menumpuk beberapa majalah di atasnya. Berbahaya sih, karena kaki kursinya beroda dan bisa saja waktu aku menjadikannya tumpuan malah bergerak,  jadi aku harus mengganjal kakinya sedemikian rupa supaya tidak bergeser-geser. Kebayangkah? Cukup akrobatik. Pertama harus menyalan lilin supaya ada cahaya di kamar, lampunya dimatikan dulu dunk buat ganti colokannya. Akupun dengan gemetar berdiri di atas majalah yang aku tumpuk di atas kursi, untuk kemudian beranjak ke lemari kayu. Melepas lampu di atas, mengganti colokannya, dan memasangnya kembali. Turun dari lemari kayu dengan gemetaran, dan menyalakan lampu. Dua kali naik turun seperti itu sampai akhirnya lampu bisa menyala. Ah senangnya. TV pun coba aku nyalakan dan sukses. Haha.. Lemari kayu pun aku kembalikan ke tempat semula, kabel yang begantungan di tengah ruangan juga aku rapikan ke pinggir. Lantai yang jadi kotor akibat geser-menggeser barang-barang juga telah aku sapu lagi.

Tiba-tiba aku jadi sadar, ini artinya sumber listrik dari lampu artinya jika siang aku harus tetap menyalakan lampu supaya ada listrik. Duh what a waste. Iseng aku cobain matikan lampu, untuk melihat teoriku barusan benar. Tak hanya benar, habis itu lampu tak mau menyala lagi. Damned!! Dan langsung menangislah aku kebayang lelah lunglainya harus menggeser lemari kayu lagi. Malam itu aku mengambil listrik dari kamar sebelah.

Tapi masalah yang itu berakhir happy ending, dua hari kemudian ada yang memperbaiki stop kontak kamar. Suruhan yang punya kost. Kemarin kejadian lagi dengan meteran rumah, listrik seperti naik turun, TV dan lampu jadi byar pet byar pet beberapa kali. Setelah di cek saklarnya panas. Orang suruhan itu datang lagi ke kost entah apa yang dikerjakannya tapi sepertinya saat ini baik-baik saja.

Permasalahan berikutnya adalah rekening listrik yang sudah dua bulan ini tak dibayar. Cara bergiliran membayar listrik sepertinya tak bekerja dengan baik. Akupun maunya tinggal bayar saja sih. Apalagi kalau telad bayar gini. Jadi sepertinya tinggal tunggu waktu saja sebelum petugas PLN datang dan mencabut listriknya.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Tags:

10 Responses to “Tentang listrik di kost”

  1. atrix says:

    wah bahay tuh, dr crtnya sih mungkin .. jaringan listrik/kabel di kost itu kurang terawat, dan perlu dipertanyakan berapa VA yang rumah kost tsb gunakan koq listriknya bisa naik-turun.

    finally cb pakai stabilizer portabel (gak mahal) buat dikamar krn rata2 listrik di kost memang begitu. anomali listrik yg gak karuan bs bikin alat eletronik rusak lho.

  2. Opi says:

    La, pindah aja, La. Yang lebih deket ke tempatku.
    Hehehe… Btw, lagi banyak dapet cobaan, sapa tau besok mau dapet rejeki besar (secara kemaren bukunya ilang, kuncinya nyelip) :D

  3. Donny Verdian says:

    Ya, saya setuju, kawin.. eh pindah saja, La :)
    Happy Nu Year ya!
    Salam nggo kabeh!

  4. linae says:

    wah, ngeri atraksinya Lala euy! …
    Happy New Year 2009 ya..

  5. Rahmat Miftahul Habib says:

    Wah gara2 korslet dikit LCD laptopku nge-blank!!
    Bahaya tuh…
    Padahal dah kukasih UPS kan mestina ada stabillizernya.

  6. dafhy says:

    mbak lala, ni dafhy.sekarang lagi di gunung kelir.wuih dingin banget. apalagi jalane seng mak nyusssssssssss tenan

  7. fithraw says:

    turut prihatin mbak…
    :D
    semoga masalahnya bisa segera diatasi… :D

  8. denologis says:

    beh, udah didului dafhy je!
    kalo emang sekedar listrik yang sedikit bermasalah, kan ndak musti pindah kos dunkz jeng…. :)
    kecuali kalo ada alasan lainnya. :D

  9. Lala says:

    @dafhy, fithraw, denologis : makasih udah mampir blogku, have a great trip yah…

  10. geblek says:

    duh kejam :)
    eh si masnya setelah diajak beli colokan yang ada T nya itu kok ndak sekalian masangin saja sih, kok tanggung bantuinnya :)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>