Kemarin adalah hari Ibu, aku sudah nggak ingat kenapa tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu. Nantilah aku cek di Wikipedia atau apalah.
Ibuku itu wanita ajaib, dulu aku selalu heran kenapa beliau selalu bisa saja tahu kalau sesuatu menimpa anaknya ini. Lagi sedih ketahuan, lagi bete ketahuan, apalagi kalau anaknya ini sedang jatuh cinta hahaha nggak mungkin mengelak deh. Tapi ternyata setelah aku nggak serumah lagi dengan ibu, intuisi ibu pun masih kuat tentang aku… ummh setelah aku pikir-pikir kemungkinan nggak ada gunanya ya kalau dulu pernah bohong-bohong kecil ke beliau hueheue…
Ibuku gampang sekali tertawa, hal-hal kecil akan mudah menjadi bahan tertawaan buat ibu. Pernah suatu hari kita sedang rame-rame bikin kue di dapur. Mestinya yang dibikin adalah kuping gajah… itu baru pertama kalinya si ibu bikin kue ini. Aku dan adekku melihat saja saat ibu mengolah bahan-bahannya, kami masih SD entah kelas berapa. Biasanya kue ini kan lapisannya putih dan coklat, karena saat itu cuma punya pewarna hijau akhirnya kita bikin lapisannya putih dan hijau. Nah setelah dicampur, ditumpuk dan digulung, saatnya dipotong-potong entah kenapa lapisan warna putih dan hijau itu sedikit bercampur, ada yang salah mungkin… tapi bukannya sebel, si ibu jadi ketawa saat adeku malah berkomentar, “Kuping gajahnya kok kayak sabun Fa?” (aku nggak tau sabun ini masih di produksi atau enggak ya sekarang, tapi sabunnya tuh sabun batang dan ada semacam swirl gitu warna-warni). Ya ampun saat itu kita sampai ketawa nggak habis-habis… aku lupa nasib si kuping gajah, kayaknya sih tidak begitu sukses waktu itu.
Ibuku juga wanita yang tabah. Mungkin karena dibesarkan oleh nenek seorang diri (kakek meninggal saat ibu masuk SMP), beliau dua-duanya menjadi wanita tangguh. Ujian terberat kemungkinan saat adek-adekku kecelakaan dan harus dioperasi. Ah aku merasa bersalah jika ingat rasanya aku tak banyak membantunya saat itu. Sekitar tiga bulan yang lalu malah si ibu gantian yang harus dioperasi karena kecelakaan. Ada tulangnya yang patah. Yah sekarang alhamdulillah sudah bisa ke kantor meski harus pakai kruk, itupun baru setengah hari, sekuatnya saja. What a woman.
Walaupun aku nggak sering pulang, nggak sering ketemu juga, tapi aku yakin intuisi ibu yang kuat tahu betul kami masih tetap dekat. Beginilah adanya anak perempuanmu, tak sempurna tapi ingin sekali tabah sepertimu, selamat hari ibu ya bu… I love you.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.












salam kenal . .
Selamat,kita harus selalu mendoakan mereka masih ada walaupun telah tiada