Mengurangi dan Mencegah Spam

Siapa sih yang nggak benci sama comment spam. Layaknya kriminal, mereka selalu punya cara selangkah di depan, ngakalin “polisi spam” yang dipasang di blog kita. Intinya sih mereka memanfaatkan kita, blog kita, dengan cara yang tidak sopan (atau licik kali ya) “menitipkan” link sebanyak mungkin. Untuk apa “menitipkan” link? Ya apalagi, ujung-ujungnya sih naikin peringkat di search engine. Males aja dimanfaatkan kek gitu.

Dulu waktu awal-awal pake Wordpress, saya punya Comment Blacklist (spam words dan juga IP address) yang puanjaaang sampai loading di browser seperti berat tersendat-sendat. Dan yang bikin repot adalah saya harus tetap update listnya, cara ini cukup efektif juga kala itu. Tapi seperti saya bilang, mereka akan punya cara lagi yang lebih canggih.

Secara spam biasanya tidak dilakukan manual, maka kemudian ada cara lain lagi dengan CAPTHA. Inti metode ini penulis komentar harus bisa membuktikan bahwa dirinya adalah manusia bukan robots/komputer. Penulis komentar harus mengisikan huruf dan (atau) angka acak pada kolom tersendiri. Sayangnya metode ini kurang bersahabat karena mengandalkan penglihatan. Meskipun ditambah audio (bagi yang cacat penglihatan) namun timbul juga pertanyaan “Bagaimana yang cacat penglihatan sekaligus pendengaran?” Nah lho. Makanya saya tidak suka dengan metode ini.

Pada perkembangannya, ada model yang lebih bersahabat dengan menggunakan pertanyaan pendek yang semua orang tahu jawabannya. Misalnya “1 + 1= ?” atau “Sebutkan ibukota Indonesia” semacam itu. Hanya saja pertanyaannya benar-benar memiliki jawaban yang pasti dan tidak mengandung ambiguitas.

Beberapa waktu yang lalu mbak Atta meminta tolong untuk dipasangkan CAPTHA di comment form blognya. Tentu saja saya langsung menerangkan kelemahan metode ini, dan ternyata mbak Atta langsung mundur. Tapi ketika saya masuk ke Dashboard blognya, astaga… sungguh pemandangan yang bikin seseg, spamnya buanyaaaakkkk. Haduh haduh!!

Buat blog kecil saya ini, Akismet sudah cukup. Tapi ternyata lain sekali dengan blog Negeri Senja yang selalu banjir komentar. Apalagi dengan Wordpress 1.5 (mbak Atta nggak pernah upgrade sih :P), wah Akismet benar-benar kewalahan.

Akhirnya saya usul untuk upgrade Wordpress dulu. Tapi setelah upgrade pun spam masih lumayan banyak. Agak putus asa juga sih, habis benar-benar udah jadi langganan spam gitu commentnya. Lalu setelah membaca recomendasi dari Derek, akhirnya saya tambahkan plugin TanTanNoodles Simple Spam Filter. And I think it’s work, tiap harinya jadi berkurang sedikit demi sedikit, dan hari ini tadi “cuma” 2 yang kelihatan. :P

Statistik Blog Negeri Senja
Ini statistik terakhir tanggal 29 November ini. 188 posts dan 4048 comments, artinya rata-rata per post ada 21,5 komentar (ummh sudah lebih normal kan kedengarannya). Sayangnya aku nggak punya statistiknya sebelum di upgrade dan dipasangin plugin anti spam. Tapi yang jelas sih jauuuuh banget bedanya. Percaya deh … :P

Moga-moga sih beneran bisa berhasil sistemnya, tapi ya dipasangin plugin kayak apapun rasanya hanya bisa mengurangi saja. Gimana juga nantinya spammer akan menyesuaikan dan mencari akal licik yang lain. Ya nggak sih??

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

9 Responses to “Mengurangi dan Mencegah Spam”

  1. ndah says:

    mbak aku juga mbok tolong dipasangin :p

  2. cinila says:

    @ndah : iya boleh aja… wuih pindah blog nya, lucu amad url nya :P

  3. ekowanz says:

    aq baru nyoba defensio..soalnya aq benci akismet :p .info digeneralisasi sebagai domain spam sih hehehe

  4. nenk says:

    aku sering tak delet aja mba spamnya :D gimana tuch?? nda apa2 to? secara nda banyak kok spamnya

  5. cinila says:

    @ekowanz : hehhe ya kasih tau ya defensio gimana. Soal .info digeneralisasi sebagai domain spam, mungkin karena memang banyak orang menandai/melaporkan domain2 .info sebagai spam. Setahuku sih Akismet belajar dari laporan orang2, mana yang di cap spam, mana yang bukan. Akismet memang kadang2 salah memilah komen, tapi bisa diajarin.. :D

    @nenk : wah berkah tuh mbak nggak banyak spammnya :D

  6. mantankyai says:

    saya nggak niat nye-pam tapi suerrrrrrrrrr….. aku cuman pengen muji blog sampeyan seng cuantuik … i love it :) tulus kok

  7. Ray says:

    Kalo spam oleh robot mungkin bisa di tangkal secara efektif oleh CAPTCHA atau Akismet atau lain lainnya.

    Soal tulisanmu ada sedikit yg mengelitikku. Bagaimana orang yg tidak bisa melihat tapi bisa membaca blog ini kemudian ingin berkomentar? (mungkin aku emang kuper) cuman bener bener ndak tahu gimana caranya.

    Oh ya la.. ada penangkal SPAM Trackback yg efektif ndak, beberapa hari belakangan aku kena spam trackback, masih sedikti sih, cuma ya jengkel aja.
    thanks

  8. cinila says:

    @Ray : wah kaget juga dirimu nanyain begitu As… keknya mending googling aja, coba keyword “screen reader”. Salah satu peran penting CSS berhubungan erat sekali dengan cara orang tunanetra “membaca” web. Saranku sih semua web designer harus tahu itu supaya bisa bikin web yang “berperikemanusiaan”.. just my 2cent.

    Kalo soal penangkal Spam Trackback, aku juga nggak begitu yakin, tapi tanggal 17 Des kemarin Akismet baru launching versi baru yang bisa memfilter dua tipe spam, comment dan pingback. Tapi aku belum nyobain.

  9. Ray says:

    Sip thanks La infone untuk “screen reader”

    untuk menangkal spam trackback aku pake Trackback Validator dari seclab.cs.rice.edu/proj/trackback/ mayan juga kerja dia :)

    Akismet juga uptodate, dan lumayan kerjanya :)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>