Cinila’s Personal Playground - the bloody journal

Rain Man

Rain Man definitely is one of my favorite movie all time.

Rain ManTadi malam ketika film ini diputar entah keberapa-puluh-kalinya di tv, tetap saja nggak bosen lihatnya. Memang sudah kelihatan jadul dari tone warna, tatanan rambut para pemain filmnya, gaya baju, bagaimanapun film ini dibuat tahun 1988 atau sekitar 19 tahun yang lalu. Ah saya belum genap 10 tahun waktu itu, dan tentunya tidak melihat film ini di tahun tersebut. Saya menonton film ini pertama kali di televisi, dan itu juga secara tidak sengaja, tapi terus saja membekas.

Saya memang bukan moviegoer, pecandu film yang selalu menonton segala film baru, tapi lumayan banyaklah film yang sudah saya tonton, dan hanya beberapa yang bisa mengesankan seperti film Rain Man ini.

Pertama saya suka ceritanya, saya lebih melihatnya sebagai film yang bertema persaudaraan dibanding tema autisme. Menurut Raymond sendiri dirinya tidak autis.

Doctor: Raymond, do you know what autistic is?
Raymond: Yeah.
Doctor: You know that word?
Raymond: Yeah.
Doctor: Are you autistic?
Raymond: I don’t think so. No. Definitely not.


Raymond Babbitt, diperankan Dustin Hoffman, sangat ahli dengan angka-angka sanggup mengalikan angka yang besar dalam waktu singkat, menghitung tusuk gigi yang jatuh berantakan di lantai dengan sekali lihat, membaca buku dalam waktu singkat dan mengingat 98% isi buku itu. Raymond Babbitt, selain keahliannya itu, sayangnya tidak mengerti konsep uang, terkadang juga seperti tidak mendengar jika diajak bicara, dan bermasalah dengan kehidupan sosial bermasyarakat. Seperti hidup dalam dunianya sendiri.

Yah mungkin lebih ke savant, orang yang punya keahlian luar biasa di satu bidang tapi bidang lain sangat lemah. Ya memang sepertinya savant sendiri juga kemudian identik dengan autis, karena hanya 1% orang normal yang savant, dan 10% orang autis yang savant. Oowh well, saya bukan dokter pun bukan ahli autis, tentu saja pemahaman saya terbatas.

Anyway, balik ke ceritanya, seperti saya bilang tadi tentang persaudaraan. Charlie Babbitt yang diperankan Tom Cruise, diceritakan tidak akur dengan ayahnya, suatu hari kesal dan tidak pernah pulang sampai ayahnya meninggal. Diapun sangat kecewa karena ternyata ayahnya hanya mewariskan mobil Buick kepadanya, sementara ada US$ 3 juta untuk sebuah mental institution.

Didera kekecewaan dan kebutuhannya akan uang, akhirnya Charlie menyelidiki ada apa di mental institution itu dimana kemudian dia bertemu Raymond, kakaknya yang disebutkan terkena autis. Dalam prosesnya kemudian Charlie mengetahui bahwa Rainman, tokoh yang dikiranya ciptaan imajinasinya sebenarnya adalah panggilan untuk Raymond sewaktu mereka kecil. Charlie juga kemudian menyadari Raymond menyayanginya dengan caranya sendirinya. Dan kemudian Charlie ingin mempertahankan Raymond hidup bersamanya bukan lagi karena masalah uang tapi memang sayang, dan menyesalkan kenapa tidak ada yang memberitahunya tentang kakaknya sejak dulu.

Charlie: Listen… Ray, I don’t know if I’m gonna have a chance to talk to you again. Because you see, these… Dr. Bruner really likes you a lot, and he’s probably gonna take you back. You know?
Raymond: Yeah.
Charlie: What I said about being on the road with you I meant. Connecting. I like having you for my brother.
Raymond: I’m an excellent driver.
Charlie: [smiling] Yes, you are. I like having you for my big brother.
Raymond: C-H-A-R-L-I-E. C-H-A-R-L-I-E. Main man.

Film yang terinspirasi dari kehidupan nyata seorang savant bernama Kim Peek (ternyata - jujur saja saya baru tahu setelah Googling) mendapat banyak penghargaan pada waktu itu. Termasuk memenangkan 4 Academy Awards (Best Actor (Dustin Hoffman), Best Director, Best Original Screenplay, Best Picture), dan dinominasikan 4 categori lain.

Link ke situs lain yang berkaitan:

3 Responses to “Rain Man”

  1. cenik_01 says:

    la, mau tau orang autis sebenernya?…. tuh yg lagi lu buatin web…huuaaahhaahaa100x….!!! Lariiiiiiii….:))

  2. haris says:

    Salam kenal

    Terapi autis,hiperaktif dan anak berkebutuhan khusus..terbaik dan bisa anda buktikan…hanya di

    http://www.autismaterapi.blogspot.com

    salam

  3. inyol's mother says:

    Saat ini aku sedang berusaha mencari tau kelebihan anakku Inyol yang juga penderita autis.
    kadang aku putus asa, tapi aku tidak akan menyerah…karna aku yakin dibalik kekurangan yang dia miliki Allah menciptakan kelebihan yang harus aku cari dan kembangkan.
    Aku percaya Allah akan membatu ku, dan aku bangga karna Allah telah memilihku sebagai Ibu dari Bidadari kecil Inyolku.
    Yang aku mohon kepada orang yang tidak tau tentang autis, jangan mereka mengolok atau menjadikan ini suatu hal yang bersifat kutukan Tuhan, Kita semua tau di dunia ini tidak ada yang sepurna…..

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>