Mitra Tema pun Hancur

Hari ini saya membaca e-mail dari mas Jazz, seorang relawan senior, sesepuh di 1001buku Jogja (yang belum sepuh) yang kini melanjutkan hidup bekerja di Bandung. E-mail nya bikin saya trenyuh.

Mas Jazz cerita, dia sudah berkunjung ke mbak Dauzan sehari setelah gempa, dan bersama-sama mbah Dauzan berkunjung ke Mitra Tema di Imogiri. Mbah Dauzan Farook (80 thn) itu orang yang tua yang hebat, beliau mempunyai perpustakaan unik yang diberi nama MABULIR (Majalah Buku Bergilir) berlokasi di daerah Kauman. Jadi tiap hari kakek ini dibonceng motor sang asisten, berkeliling membawa buku di ranselnya berkunjung ke komunitas-komunitas baca, aturan peminjamannya sangat longgar asal buku tetap beredar untuk dibaca orang terus dan terus. Anyway Mabulir tidaklah terlalu mengkhawatirkan, “Alhamdulillah saya selamat. Rumah juga nggak ada yang roboh. Hanya rak-rak buku yang roboh dan beberapa lapisan tembok yang gogrok.” begitu cerita mbah Dauzan.

Menurut mas Jazz yang sangat menyedihkan adalah kondisi Mitra Tema di Desa Sriharjo, Kec. Imogiri, Bantul. 95% koleksi buku (di dalamnya tentu juga buku-buku milik 1001buku Jogja, karena Mitra Tema adalah salah satu anggota perpustakaan jaringan 1001buku) tertimbun reruntuhan, dan perpustakaan yang juga rumah tempat tinggal pak Sumanto ini telah roboh tak bersisa. Pak Sumanto sekeluarga saat ini tinggal di tenda darurat di depan reruntuhan rumahnya. Saya lantas teringat pak Sumanto (seorang yang juga sangat inspirasional buad saya) dengan sepeda onthel-nya kemana-mana, sangat gigih, tulus, dengan tujuan yang mulia. Mirip dengan mbak Dauzan, pak Sumanto juga berkeliling ke berbagai desa sekitar membawa buku-buku, hanya saja pak Sumanto berkeliling dengan sepeda. Sangat low profile. Saya sendiri pertama kali melihat bertemu beliau, aduh rasanya malu betul, saat itu beliau dari Imogiri ke sekretariat 1001buku di Jl. Sendok (daerah Karang Gayam) rela berpanas-panas mengayuh sepeda, dan saya yang waktu itu di Gejayan mengeluh harus jalan kaki masuk ke gang. Menurut mas Jazz, beberapa bulan sebelum gempa, perpus sepeda ini sempat di filmkan oleh Lintang Semesta Film dan meraih penghargaan sebagai film Terpuji dalam Festival Film Dokumenter Jogja 2005. Tanggal 26 Maret, majalah Tempo juga berkesempatan meliput kegiatan ini.

Yang bikin tambah trenyuh itu waktu aku membaca, bahwa dengan bencana seperti ini pun pak Sumanto tetap ceria dan juga optimis. Yang terpenting semua selamat, anak-anak dan istrinya. Bahwa ini adalah ujian bukan untuk diratapi tapi untuk dijadikan pembelajaran.

Menurut cerita mas Jazz yang juga ditulisnya di pustaka.info, berikut data kerugian dari Mitra Tema.
PERPUSTAKAAN MITRA TEMA
(Demen - Janti 108, Desa Sriharjo, Kec. Imogiri, Bantul - Yogyakarta 55782)
Pengelola :
Bapak Sumanto Sumoprawiro, sekeluarga
Prakiraan Kerugian Akibat Gempa:

  • Lebih dari 1000 buku baik koleksi pribadi maupun pinjam tukar dari berbagai pihak seperti 1001buku Jogja, Perpustakaan Umum Bantul, dan MABULIR Jogja serta hibah sejumlah penerbit.
  • Kurang lebih belasan alat permainan seperti wayang, mobil, scrable, dan lain-lain.
  • 2 unit komputer Pentium III milik PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)
  • 3 meja untuk membaca dan menyimpan koleksi buku
  • 6 kursi kayu
  • 2 buah bangku kayu panjang
  • Sebuah rak buku besi 5 tingkat.

Note:
Akhir minggu kemarin ketika saya dan teman-teman berkeliling di daerah korban gempa, di beberapa tempat masyarakat sudah mulai berani meninjau rumah masing-masing, memikirkan akan diapakan rumahnya yang hancur atau setengah hancur, dan malah saya lihat beberapa ada yang mulai membangun lagi rumahnya, what a very positive atittude, sebuah kemajuan.

UPDATE:
Ini foto-foto terbaru tanggal 9 Juni 2006 (foto-foto yang lebih besar bisa dilihat di http://help.aboutindo.com/dok/)
Papan nama Mitra TemaPak Sumanto dengan kostum Sholat Jumat-nya
Puing-puing Mitra TemaTenda Pengungsian Pak Sumanto
Tumpukan Buku di kasur, basah!

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

9 Responses to “Mitra Tema pun Hancur”

  1. linae says:

    wah, bangga saya bacanya..orang² seperti itu pahalanya akan mengalir terus *amin* semoga tetap semangat ya…

  2. ods says:

    merapi beraksi lho la.. dah tau ya?

  3. medon says:

    siapa pengganti mereka? persiapkan diri! untuk kehilangan sosok seperti mereka jika memang kita menjadi generasi yang ngoyo! :D

  4. dreamxcape says:

    hi cinila
    could u tell me the name of the font ur using for about, related entries and also where can i find it?

    thanks in advance

  5. ods says:

    la, ada suara aneh di rekaman ku waktu di merapi.. ada di blog tu

  6. Adhi Yudho says:

    Aku udah kesana sama Thomas, Santent, Thori dan ceweknya. Memang disana kondisi benar-benar hancur. Saat itu, Pak Sumanto(Mitra Tema) sedang berusaha menjemur buku-bukunya yang basah. Dan sepertinya dukungan dari kita semua bisa membangkitkan semangatnya untuk terus berdiri.

  7. kus says:

    wah .. sudah pada senior!

    MERDEKA!!!

    ternyata kita yang muda2 ini masih kalah jauh

  8. deen says:

    waah.. nice design..gw bwtin link di blog gw.. leh g??

  9. yusuf says:

    pak manto fotomiu ketok!enak,dono,merfieo bu siti endi kok oraono???????????????????????????????????????????????????

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>